Oki dan Nirmala bermain di dasar laut. "Terima kasih, ya, Nirmala. Sudah menyulapku sehingga bisa bernapas di dasar laut," kata Oki girang. Anak duyung laki-laki hang sedang bermain bola, melihat Oki. "Okiii, ayo main bola bersama kami!" teriak mereka. "Ayoooo...!" seru Oki bersemangat. Ia menendang bola kencang-kencang.
Waah, Oki terlalu kencang menedang. Bola melambung tinggi dan jauh. "Ayo kita kejar!" teriak anak-anak duyung itu, lalu berenang secepatnya. Oki juga ikut dari belakang.
Ternyata bola jatuh di dekat sebuah kapal karam. "Hei, lihat! Ada kapal karam di sini!" teriak para duyung. "Kita masuk, yuk!" usul Oki. Mereka lalu masuk lewat sebuah lubang.
Ternyata itu kapal bajak laut. Banyak harta karun di dalamnya. "Waah, banyak emas dan permata!" seru Oki. "Tapi apa gunanya buat anak duyung seperti kita," kata para duyung
Ternyata bola jatuh di dekat sebuah kapal karam. "Hei, lihat! Ada kapal karam di sini!" teriak para duyung. "Kita masuk, yuk!" usul Oki. Mereka lalu masuk lewat sebuah lubang.
Ternyata itu kapal bajak laut. Banyak harta karun di dalamnya. "Waah, banyak emas dan permata!" seru Oki. "Tapi apa gunanya buat anak duyung seperti kita," kata para duyung
Nirmala ikut masuk ke dalam kapal. Ia malah menemukan satu peti pakaian bajak laut. "Heeei, aku ada ide!" kata Nirmala. Ia lalu menyulap ke arah peti harta karun.
"Simsalabim!" Waah, harta karun di peti berubah menjadi permen cokelat dan jeli. "Asyiik... ini baru harta karun yang berguna buat duyung seperti kitaaa..." sorak para duyung.
"Simsalabim!" Waah, harta karun di peti berubah menjadi permen cokelat dan jeli. "Asyiik... ini baru harta karun yang berguna buat duyung seperti kitaaa..." sorak para duyung.
Mereka lalu memakai pakaian bajak laut. Dan berpesta makan cokelat dan jeli. "Terimakasih, Nirmala..." seru mereka. ( Vanda P )
*karam = tenggelam
*karam = tenggelam
.
.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar