Sabtu, 20 Juni 2020

Pesta Bajak Laut

Pesta Bajak Laut

Oki dan Nirmala bermain di dasar laut. "Terima kasih, ya, Nirmala. Sudah menyulapku sehingga bisa bernapas di dasar laut," kata Oki girang. Anak duyung laki-laki hang sedang bermain bola, melihat Oki. "Okiii, ayo main bola bersama kami!" teriak mereka. "Ayoooo...!" seru Oki bersemangat. Ia menendang bola kencang-kencang.

Waah, Oki terlalu kencang menedang. Bola melambung tinggi dan jauh. "Ayo kita kejar!" teriak anak-anak duyung itu, lalu berenang secepatnya. Oki juga ikut dari belakang.

Ternyata bola jatuh di dekat sebuah kapal karam. "Hei, lihat! Ada kapal karam di sini!" teriak para duyung. "Kita masuk, yuk!" usul Oki. Mereka lalu masuk lewat sebuah lubang.

Ternyata itu kapal bajak laut. Banyak harta karun di dalamnya. "Waah, banyak emas dan permata!" seru Oki. "Tapi apa gunanya buat anak duyung seperti kita," kata para duyung

Nirmala ikut masuk ke dalam kapal. Ia malah menemukan satu peti pakaian bajak laut. "Heeei, aku ada ide!" kata Nirmala. Ia lalu menyulap ke arah peti harta karun.

"Simsalabim!" Waah, harta karun di peti berubah menjadi permen cokelat dan jeli. "Asyiik... ini baru harta karun yang berguna buat duyung seperti kitaaa..." sorak para duyung.

Mereka lalu memakai pakaian bajak laut. Dan berpesta makan cokelat dan jeli. "Terimakasih, Nirmala..." seru mereka. ( Vanda P )

*karam = tenggelam
.
.
Temukan artikel menarik lainnya di sini
Ikuti akun instagram penulis
Kunjungi juga channel youtube penulis

Minggu, 24 Mei 2020

Bibit Bunga

Bibit Bunga

Desa Yakui terletak di tepi sungai. Tempat itu dulunya banyak sekali ditumbuhi bunga indah. Sayang sekali, suatu hari sungai itu meluap. Semua bunga indah hanyut terbawa air. Yakui dan teman-temannya sedih sekali. Nirmala dan Oki iba melihat mereka. "Kita harus menolong mereka, Ki!" bisik Nirmala.

"Apa kita harus membawa bibit untuk mereka?" tanya Oki. Nirmala menggeleng sambil menunjuk ke atas, "Kita minta tolong pada Ratu Angin Barat saja!" kata Nirmala sambil tersenyum.

Ceritera dari Negeri Dongeng - Bibit Bunga

Nirmala lalu terbang menemui Ratu Angin Barat. Ia menceritakan permasalahan di perkemahan Yakui. "Kalau begitu, aku akan meniupkan bibit bunga untuk mereka," kata Ratu Angin Barat.

Ratu dan Nirmala lalu pergi ke padang bunga dandelion. Bunga-bunganya sudah gugur. Yang tertinggal hanyalah bibit-bibit bunga. Ratu Angin Barat lalu meniup. "Fuuuuh..."
Ceritera dari Negeri Dongeng - Bibit Bunga

Uwaa, bibit-bibit bunga beterbangan ditiup angin. Lalu berjatuhan di tepi sungai dekat perkemahan Yakui. Betapa gembiranya Yakui dan teman-temannya.

Beberapa waktu kemudian, bibit-bibit bunga itu tumbuh. Di tepi sungai itu, kini indah lagi. Penuh dengan bunga-bunga dandelion yang bermekaran. Yakui dan teman-temannya gembira melihatnya. Oki dan Nirmala juga. Eh, lihat di atas sana! Ratu Angin Barat juga tersenyum senang. ( Vanda P )
.
.
Kunjungi juga akun instagram penulis
Serta jangan lupa untuk like, share, comment, dan mengikuti.

Terimakasih......
========================================================================================================================================================================================================================

Kamis, 16 April 2020

Batu Berbunga

Batu Berbunga


Oki dan Felip pergi ke Hutan Besar. Mereka mendapat tugas dari Ratu Bidadari untuk mengambil mawar besar. Mawar itu akan ditanam di kebun istana.

Setiba di Hutan Besar, Oki dan Felip melihat batu-batu aneh. "Lip, coba lihat! Ada batu-batu kembar!" seru Oki. "Aneh, ya! Batunya empuk. Ada akarnya lagi!" kata Felip.

Oki dan Felip jadi lupa pada tugas mereka. Mereka malah asyik mengumpulkan berkarung-karung batu aneh itu. Setelah itu, mereka kembali ke Negeri Dongeng.

"Bagus, kan, koleksi batu-batuku ini!" pamer Oki pada Nirmala. "Tapi, mana mawar besar pesanan Ratu?" tanya Nirmala. "Astaga, kami lupa!" seru Oki dan Felip panique...

Nirmala lalu memeriksa batu-batu aneh itu. Waah... untung kalian membawa batu pengganti mawar!" Nirmala tampak lega. Oki dan Felip bingung. "Itu kan batu, bukan bunga!"

"Ayo, kita tanam batu-batu aneh ini di taman!" Nirmala tersenyum. Oki dan Felip semakin bingung, tapi mereka menurut saja. Nirmala lalu menyulap, "Sim salabim!"

Wow, dari batu-batu itu, keluarlah bunga. Ada yang putih, kuning, dan jingga. Batu itu sebenarnya tanaman bernama lithops. Bemtuknya memang mirim batu. "Aku menyulap supaya bunganya cepat keluar, untuk mengganti tanaman mawar yang diminta Ratu!" bisik Nirmala. "Ooo..." Oki dan Felip lega. Ratu Bidadari tampak menyukai bunga-bunga itu. ( Vanda P )
.
.
Temukan artikel menarik lainnya di sini
Ikuti akun instagram penulis
Kunjungi juga channel youtube penulis

Minggu, 12 April 2020

Rasi Bintang


Rasi Bintang

Tahuni Tahutu baru membeli teleskop, alat untuk meneropong bintang. "Ini mainan kurcaci pintar seperti aku! Kamu tidak tahu soal teleskop!" Pamernya pada Oki. Oki jadi kesal.

"Akan ku ketapel teleskopnya!" kata Oki. "Jangan, Kiii....! Lebih baik kita belajar bintang pada Astro. Kurcaci ahli bintang itu," usul Nirmala. Mereka lalu pergi ke rumah Astro.

"Di langit, bintang-bintang tampak berkumpul membentuk gambar. Kumpulan bintang itu dinamakan rasi. Rasi bintang bisa dijadikan petunjuk musim, kalau kurcaci tidak punya kalender," jelas Astro. "Hei, ada rasi ikan di langit!" seru Oki. "Itu artinya, petunjuk musim tanam padi sudah tiba di Negeri Dongeng!" kata Astro lagi.

Nirmala lalu menyulap, "Sim salabim!" Munculah berbagai rasi bintang mungil di depannya. "Rasi-rasi bintang seperti bergeser perlahan, bergantian di langit," kata Nirmala.

Oki kini gemar membaca bukh tentang bintang. "Huh, buat apa baca buku tentang itu, kalau tidak punya teleskop!" ejek Tahuni Tahutu. "Buat apa punya teleskop, kalau tidak tahu tentang bintang!" balas Oki.

"Lihatlah ke langit, ada rasi bintang ikan. Artinya, musim tanam padi di Negeri Dongeng sudah tiba!" kata Oki lagi. "Sok tahu, kamu!" ejek Tahuni Tahutu tidak percaya. Besok paginya, Oki mengajak Tahuni Tahutu ke sawah. Tampak kurcaci-kurcaci mulai menanam padi. Tahuni Tahutu jadi malu. "Kenapa Oki jadi pintar tentang ilmu bitang, ya?" pikirnya heran. ( Vanda P ).
.
.
Temukan artikel menarik lainnya di sini
Ikuti akun instagram penulis
Kunjungi juga channel youtube penulis