Sabtu, 16 Februari 2019

Gerbong Tania

Nirmala sedang membantu dayang merapikan gudang. Mereka membuang benda-benda yang sudah tidak terpakai. Dayang Bulbun menemukan sebuah dus di pojok gudang.

“Waaah, isinya cangkir-cangkir tua. Masih bagus, kenapa Ratu tidak memakainya lagi, ya?” Tanya Bulbun. “Karena warnanya sudah agak pudar, Dayang,” kata Nirmala.

Oki sedang menumpuk barang bekas di luar gudang. Tiba-tiba, Tania, Si Peri, datang mengendarai capung. “Oki, apa kamu punya mainan gerbong kerete yang tidak terpakai?” Tanya Tania.

“Tidak, memangnya untuk apa?” Tanya Oki heran. “Gerbong keretaku rusak. Mungkin karena muatannya terlalu banyak. Sering ku pakai untuk mencari stroberi mungil.” Kata Tania.

Nirmala baru saja keluar dari gudang. Membawa dus berisi cangkir-cangkir tua tadi. Ia mendengar percakapan Tania dan Oki. Ah, Nirmala mendapat ide.

Ia mengajak Oki dan Tania ke rumah Tania. Nirmala membawa cangkir-cangkir tua itu. Ia lalu menyulap ke gerbong-gerbong kereta Tania, dan ke cangkir-cangkir tua tadi. “Simsalabim.”

“Waaah, gerbong kereta ku jadi cantiiikk!” Teriak Tania girang. Ia mengendarai keretanya ke hutan stroberi mungil. Wow, Tania berhasil memetik banyak buah stroberi mungil. Senuanya di muat di atas gerbong-gerbong barunya. Nirmala gembira berhasil membantu sahabat kecilnya.

~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_

Kunjungi juga akun youtube penulis
Jangan lupa untuk like, share, comment, dan subscribe yaa...
Karena itu semua gratis...

Terima kasih....

Laba-laba Oki



Oki memelihara seekor laba-laba besar. Laba-laba itu ia simpan di dalam aquarium yang tidak terpakai. “Ki, kasihan sekali laba-laba itu. Bebaskan saja!” saran Glegek.

“Enak saja! Aku sudah susah sekali menangkapnya,” kata Oki. Glegek jadi kesal. Saat Oki tidak melihat, ia menggeser penutup aquarium itu. Laba-laba besar itu merangkak keluar.

Esok harinya, Oki panik  sekali melihat aquariumnya terbuka. “Apa, laba-labaku hilang! Laba-labaku hilang!” Teriaknya kaget. Oki mencari laba-labanya ke seluruh pojok rumahnya.

Saat itu, sekelompok peri buah datang ke rumah Oki. Mereka terbang menenteng keranjang berisi buah stroberi. “Oki pasti senang  menerima stroberi hasil panen kita,” kata mereka.

Tiba-tiba terdengar teriakan. “Tolong…… tolong…..” Nirmala kebetulan lewat di depan rumah Oki. “Suara siapa itu, Ki!” Tanya Nirmala. Mereka berdua kemudian pergi mencari asal suara tersebut.

Ahh, kasihan sekali! Ternyata kelima peri buah terperangkap di sarang laba-laba besar. Laba-laba itu sudah mendekati mereka. Nirmala segera menyulap, “Sim salabim!”

Alhamdulillah, kelima peri buah itu kini telah bebas. Mereka sibuk membersihkan diri dari bekas jaring laba-laba yang lengket. Oki merasa bersalah. Ia segera memungut buah stroberi yang tercecer.

“Aku tidak akan pelihara laba-laba lagi. Supaya kalian aman kalau bermain di rumahku. Terima kasih ya, buah stroberi kalian enak sekali!” kata Oki. Nirmala juga asyik mencicipi buah stroberi itu.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 

Kunjungi juga akun youtube penulis
Jangan lupa untuk like, share, comment, dan subscribe yaa...
Karena itu semua gratis...

Terima kasih...

Sungai Meluap



Nirmala dan Oki berkunjung ke Desa Yakui. Tampak penduduk desa sedang sibuk mengangkat barang. “Ada apa, ini?” tanya Nirmala. “Kami mau memindahkan wigwam, sebab sungai kami meluap,” kata mereka. Wigwam adalah sebutan untuk tenda mereka.

Oki dan Nirmala lalu pergi ke tepi sungai. “Waaah, betul juga, air sungai meluap.” Kaki Nirmala dan Oki sampai basah. “Kenapa air sungai meluap ya?” pikir Nirmala.

Nirmala lalu terbang. Dari atas, ia melihat Hans Si Manusia Raksasa yang sedang kebingungan mencari sesuatu. “Hans, sedang cari apa?” tanya Nirmala. “Kantong uang koinku terjatuh, kata Hans.

Nirmala membantu Hans mencari kantong koin. Tiba-tiba Nirmala melihat sesuatu di tengah sungai. “Hans, kantong uang koinmu jatuh di sungai,” teriak Nirmala. Hans segera datang.

“Pantas air sungai di atas sana meluap!” kata Nirmala. “Jalan airnya terhalang kantong uangmu!” Hans segera datang ke Desa Yakui dan meminta maaf pada Kepala suku.

“Aku tidak sengaja membuat desa kalian kebanjiran. Sekarang aku akan membantu kalian pindah ke tepi sungai lagi,”
Kata Hans. Ia lalu mengangkat tenda-tenda, perahu, kuda, dan sebagainya ke tepi sungai lagi. “Terima kasih, Hans,” teriak penduduk Desa Yakui.

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = 

Kunjungi juga akun youtube penulis.
Jangan lupa untuk like, share, comment, dan subscribe yaa....
Karena itu semua gratis...

Terima kasih....