Batu Berbunga
Oki dan Felip pergi ke Hutan Besar. Mereka mendapat tugas dari Ratu Bidadari untuk mengambil mawar besar. Mawar itu akan ditanam di kebun istana.
Setiba di Hutan Besar, Oki dan Felip melihat batu-batu aneh. "Lip, coba lihat! Ada batu-batu kembar!" seru Oki. "Aneh, ya! Batunya empuk. Ada akarnya lagi!" kata Felip.
Oki dan Felip jadi lupa pada tugas mereka. Mereka malah asyik mengumpulkan berkarung-karung batu aneh itu. Setelah itu, mereka kembali ke Negeri Dongeng.
"Bagus, kan, koleksi batu-batuku ini!" pamer Oki pada Nirmala. "Tapi, mana mawar besar pesanan Ratu?" tanya Nirmala. "Astaga, kami lupa!" seru Oki dan Felip panique...
Nirmala lalu memeriksa batu-batu aneh itu. Waah... untung kalian membawa batu pengganti mawar!" Nirmala tampak lega. Oki dan Felip bingung. "Itu kan batu, bukan bunga!"
"Ayo, kita tanam batu-batu aneh ini di taman!" Nirmala tersenyum. Oki dan Felip semakin bingung, tapi mereka menurut saja. Nirmala lalu menyulap, "Sim salabim!"
Wow, dari batu-batu itu, keluarlah bunga. Ada yang putih, kuning, dan jingga. Batu itu sebenarnya tanaman bernama lithops. Bemtuknya memang mirim batu. "Aku menyulap supaya bunganya cepat keluar, untuk mengganti tanaman mawar yang diminta Ratu!" bisik Nirmala. "Ooo..." Oki dan Felip lega. Ratu Bidadari tampak menyukai bunga-bunga itu. ( Vanda P )
.
.

